Posts (page 2)
menarinari dalam putaran waktu
menanti cinta dan keajaibannya
menyenandungkan rindu berharap Sang Dewi Cinta menemuiku
lalu kami bercerita tentang keindahan masa remaja
mengharubiru layaknya putri yang kesepian
begitulah ketika cinta hanya bersemi di tepian hati
sendiri dan resah
menikmati resah bersama heningnya malam
kau tau aku tak mampu menghadirkan bayangmu
kar'na kini aku hanya
mencintai sepi
Perempuan
Menghitung sepi di tiap harinya
Memaksa tiap inci tubuhnya
Menikmati galau yang datang lalu pergi
Memberi pilu
Perempuan
Mampu merajai hati laki-laki
Namun ta kuasa pada resah yang hadir
Setiap malamnya
Perempuan
Mencoba (sekali lagi) tersenyum meski terluka
Mencoba berjalan walau sedikit pincang
Mencoba bermimpi lagi
Dia tak peduli pada mereka yang memberi perih
Dia tak peduli pada mereka yang mencuri bahagia
Dia hanya peduli pada sedikit sepi, galau, pilu, resah dan mimpi,
Kar’na (hanya) itu yang dia punya.
Kadang
ingin bisa pergi dari kenyataan yang siasia
Kadang terlalu lelah menjumpai waktu yang teramat siasia
Kadang beribu alasan timbul saat lelah datang
Kadang banyak airmata jatuh tanpa tahu sebabnya
Kadang jiwa ini terlalu hampa untuk mengakuinya
Kadang diri ini hampir kosong
Kadang ta ingin sesali hati yang terlanjur pilu
Nestapa,impian,luka yang panjang
Hanya membawa perih pada diri
Ta ingin menangis
Ta ingin tertawa
Sudah lelah
Ingin sudahi
Mimpimimpi buruk
Dan kelamnya hari
Aaakkhhhh
Kadang diri ini terlalu bodoh
Kadang jiwa ini terlalu kaku
Hingga ta mudah bicara
Hingga kepenatan sudah hampir merajai
Dan
Ketika akhirnya smua siasia
Siapa yang pantas disalahkan?
Waktu
begitu cepat dan aku masih terbuai angan yang entah
Aku yakin aku hanya membuang asa yang sia-sia
Sedang kamu begitu angkuh bersama dia dan mereka.
Aku tak mau tinggal bersama biru yang kau beri
Aku hanya tak mau pedih ini menjadi bagian
Aku adalah aku yang akan menjadi ‘setitik cahaya’
Dan bukan tentang kamu.
Aku memang perih, ta berhenti menangisi bintang yang ta mampu kuraih
Tapi aku adalah aku yang ‘bersinar’ seperti sejak pertama kamu puja.
Aku bukan dia yang begitu anggun membelai kamu
Aku pun bukan dia yang begitu indah memamerkan cinta, tapi kosong
Aku adalah aku yang begitu jauh kamu rindu kini
Seperti mimpi yang kurajut susah payah
Seperti malam yang kucinta namun kubenci
Seperti galau yang kurasa
Aku hanya perempuan yang merindu ada, mencinta yang tiada.
cinta adalah obsesi
cinta adalah kenangan
cinta adalah mimpi
cinta adalah alasan mengapa aku harus hidup
cinta adalah realita tanpa sebab
cinta itu abstrak, terlalu indah untuk menjadi nyata
cinta adalah tangis bahagia dan terperih
cinta adalah aku dan kamu
lihat langit
lihat indahnya kebebasan tak berujung, tak bernyawa
aku hanya rindu pada cinta
seluas pandangmu pada hening waktu
sehampa kamu mengartikan rasa
atau aku yang salah
Aku menahan diri untuk tak
berkata-kata
Aliran darahku seperti berhenti
Aku merasakan denyutku tak lagi berbisik
Adakah yang salah dengan aku?
Kenapa sunyi sekali disini..
Jangan-jangan Sang Waktu telah tiada
Meninggalkan kekosongan..
Menyisakan ruang hampa untukku
Aku semakin kacau dibuatnya
Bertanya-tanya ada apa ini
Inikah sebuah dimensi baru tak bernama
Abstrak
Dingin
Tak berasa aku kini
Tak berkarakter
Aku merasa asing
siapakah dia
menatapku dingin
seperti aku ini makhluk asing terbuang dari kumpulannya
makhluk kecil bersayap itu
menciumi kepala hingga ujung kakiku
dan berkata, “nista”
aku memandang sinis padanya
memangnya siapa dia berani menghakimiku
makhluk kecil bersayap itu lalu tertawa. . .
menangis. . .tertawa lagi. . .menangis lagi
aku berpikir ini mimpi,
mimpi yang aneh
dia bukan manusia,
bukan pula malaikat
atau mungkin memang malaikat
tapi malaikat setengah gila yang dikirim tuhan
hidup buat saya semacam jurnal harian yang lembar demi lembarnya saya tulis dengan kejadian menyenangkan, sedih, dan segala macam bentuk rasa yang memberikan pelajaran2 manis dan bertujuan menjadikan kita lebih dewasa dari sebelumnya. hari demi hari dan detik yang semakin cepat berjalan, seseorang semakin dimatangkan dengan banyaknya peristiwa yang terjadi dalam hidupnya. seolah2 semua hal itu tidak membiarkan diri kita untuk sejenak menghela nafas dan bersantai-santai. semua terjadi begitu cepat dan terus menerus. memaksa pikiran, hati dan tenaga terpaksa harus mengikuti gerak cepat irama kehidupan. apa yang salah? apa yang hilang? semua orang bertanya-tanya ketika mereka akhirnya 'sadar' bahwa mereka sedang menuju kebimbangan yang aneh. tak tau tujuan? bodoh sekali. smua orang yang sudah ditakdirkan ada dan lalu berlomba2 mencari kebenaran di ujung dunia, seharusnya sudah tau bahwa mereka sedang mengalami ketidaknyataan dan keabadian yang mereka cari itu kosong. itulah yang terjadi kalo saya, kamu bahkan orang2 "pintar" lainnya disana terlalu buru2 mengartikan "kebenaran" tanpa lebih dulu bijak dan mengesampingkan ego pribadi, juga yg tidak kalah penting, jangan merasa diri lebih hebat dari orang lain. kar'na hidup slalu bercerita hal yang sama... hari ini, disini, sendiri atau bersama orang lain kita sedang melakukan perjalanan yang bahkan kita sendiri tidak tau dimana batas dari ketidakterbatasan ini.
P. S. Life’s so complicated, huh? jenuh bukan satu2nya jawaban yang tepat :)
Aku ingin jadi kupu-kupu
Bisa TERBANG
TERBANG kemana saja yang aku suka.
TERBANG bersama orang yang aku sayangi.
Ke sebuah tempat yang hanya aku dan dia saja.
Aku ingin jadi kupu-kupu. Kar’na aku menyukai kebebasan.
BEBAS menjadi aku. BEBAS berimajinasi.
BEBAS mencintai siapa saja.
BEBAS kemana saja aku mau.
Aku ingin jadi kupu-kupu.
Kar’na aku menyukai INDAH.
INDAH dalam bentuk maupun maknanya.
INDAH dalam mengartikan rasa.
INDAH dalam kerinduan akan cinta.
INDAH yang nyata maupun hanya dalam mimpi.
Aku ingin jadi kupu-kupu, boleh ya Tuhan?
published with name Yoan http://kandangagas.blogspot.com/
